click

Minggu, 05 Mei 2013

Kamar anda kusam, berikut Tips Memilih Wallpaper untuk kamar anda


Purwakarta, Laundry Purwakarta
Wallpaper Kamar
Rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat berteduh. Rumah bisa menjadi sarana aksi kreativitas. Salah satu elemen rumah yang bisa dikreasikan adalah dinding.


Ruang berdinding polos yang rasanya sepi bisa diciptakan dalam berbagai rupa gambar. Maka, wallpaper alias kertas dinding pun hadir sebagai bahan kreativitas di atas dinding.

Dia dapat menutupi dan menghias dinding interior rumah, apartemen, kantor, dan bangunan lain. Estetika ikut bermain. Selera dalam memilih motif dan warna wallpaper serta pilihan dinding yang bakal diselimuti wallpaper jadi perhitungan tersendiri.

Wallpaper terdiri dari dua bahan permukaan. Sebut saja yang paling tradisional adalah kertas. Wallpaper berbahan ini memiliki permukaan dove yang tidak begitu mengkilap. Dia pun rentan robek saat dipasang dan dipindah. Karena agak rapuh, saat membersihkannya harus menggunakan lap kering.

Wallpaper kertas biasanya mudah kotor. Maka, jika ingin tetap menggunakan bahan ini, pasanglah di ruangan yang jarang dijadikan tempat beraktivitas tinggi, semisal ruang tidur. Meski agak rentan, wallpaper kertas memiliki kualitas rinci yang baik dan motif yang bervariasi. Soal perawatan, pakailah busa lembut.
Ragam lain yakni vinyl. Dibandingkan dengan kertas, permukaan vinyl mengkilap dan usia bahannya lebih lama dibandingkan dengan kertas. Lantaran tahan air, wallpaper vinyl dapat dipasang di kamar mandi.
Vinyl bisa dibersihkan dengan menggunakan lap basah. Cara merawatnya cukup mmudah. Usapkan saja dengan kain basah atau pakai sikat berbulu halus untuk membersihkan noda.

Pada perkembangannya, terdapat pelbagai bahan permukaan. Sebut saja kain. Bahan ini bisa memberikan sentuhan sangat rumah karena tekstur dan polanya berkesan lembut. Meski cantik, dia sulit dibersihkan. Ada baiknya wallpaper kain digunakan di ruangan yang jarang dilalui debu, misal di belakang kabinet televisi.
Ubin tembaga juga bisa dijadikan bahan wallpaper dinding. Tembaga merupakan bahan logam yang antikarat. Perawatannya pun amat mudah. Bagi penyuka nuansa alami, bisa memilih serat alam, seperti bambu dan kelapa, untuk dijadikan bahan wallpaper.

Apapun bahan wallpaper itu, ada baiknya membersihkannya secara berkala, minimal satu kali dalam 1 bulan. Jika wallpaper robek, tempelkan bekas robekan ke tempat semula. Jika robekan besar, gantilah dengan yang baru. Karena itu, beli wallpaper dalam jumlah agak banyak sehingga sisa pemakaian awal dapat dijadikan bahan cadangan.





TREN

Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII) Jakarta Dina Hartadi mengatakan tren wallpaper mengikuti tren warna dan pola. Saat ini wallpaper yang lagi digandrungi yakni wallpaper batu bata kasar.
Rancang wallpaper yang juga lagi semarak dipakai adalah desain retro. Di era 1960 sampai 1970-an, gaya desain retro didominasi warna-warna cerah dan dinamis, warna yang menggambarkan gaya hidup menyenangkan dan penuh gairah.

Pada 1960 desain retro dikenali dari warna-warna yang atraktif. Sofa atau perabot lain menggunakan warna-warna kontras. Unsur metalik juga menjadi bahan utama gaya retro pada masa itu.
Warna merupakan inti dari desain retro. Saat ini desain retro didominasi warna-warna mencolok, macam oranye dan merah. Pemilihan motif wallpaper pada desain ini lebih berani.

“Dulu identiknya warna klasik, misal coklat, sekarang desain retro, new classic. Kadang motif damask dipilih warna putih atau silver. Sekarang cenderung desain ulang,” tutur Dina.

Apapun tren wallpaper yang sedang disukai, terpenting adalah mengenali fungsi ruang yang akan dipasangi wallpaper. Bila hendak pasang wallpaper di kantor, lebih baik memilih warna kalem dan alami. Jika ingin tempel wallpaper di residensial atau hotel, warna dan pola boleh jadi beragam.

Menurut Dina, rumah sakit yang berencana memasang wallpaper, ada baiknya memilih green wallpaper. Jenis ini terbuat dari kertas, dapat didaur ulang dan antimikro bakteri. Soal warna, hijau bisa jadi pilihan.
Untuk kediaman, wallpaper bisa disederhanakan dalam tema tertentu. Misal, angkat tema anak-anak atau pakai wallpaper desain grafis yang bisa dicetak.
Tidak ada salahnya memasang wallpaper seorang diri, tidak perlu menggunakan jasa perancang interior. Namun, kalimat bijak tua ada benarnya, pengalaman adalah guru terbaik. Maka, pilihlah pemasang wallpaper berpengalaman biar hasil pemasangan wallpaper sempurna.

PEMASANGAN

Sebelum memasang wallpaper, pastikan bahwa dinding dalam kondisi kering. Cek kedataran dan ketegakan dinding. Saat menempelkan wallpaper, pakai lem khusus yang disapukan ke seluruh dinding. Pastikan acian benar-benar datang tanpa gelombang. Bila menghadapi dinding lama yang ingin dipasangi wallpaper, bersihkan dulu cat dinding.

Jika ada retakan dan lubang, tambal dulu menggunakan plamur. Bila dinding ruangan lebar dan panjang, perhatikan betul motif wallpaper. Jangan sampai motif terpotong tidak pas.

“Apartemen saya sarankan pakai wallpaper agar terlihat lebih bersih. Juga tidak tertutup kemungkinan rumah menggunakan wallpaper, misal di kamar tidur,” kata Dina.

Jangan menyelimuti dinding dengan wallpaper bila dinding cenderung lembab dan dinding berada di ruang terbuka. Jangan pula menempelkan wallpaper di dinding yang mudah kena rembesan air.

“Memang dari sisi estetika penggunaan wallpaper dapat memberikan kesan elegan dan rapi. Tapi, lebih penting lagi, dari sisi kesehatan. Debu tidak akan tertempel di wallpaper ketimbang cat dinding,” kata Dina. (JIBI/ea)

Tips Memilih Wallpaper

-         Tentukan kebutuhan ruang yang akan dipasangi wallpaper. Misal, wallpaper berwarna tenang untuk kamar tidur.
-         Pilih motif sesuai tema ruang yang secara umum terbagi menurut ukuran, yakni motif besar dan kecil. Misal, untuk ruang tidur hindari penggunaan motif berpola besar dengan bentuk dan kecil. Pilih motif kecil berwarna lembut.
-         Pilih motif dan warna wallpaper yang sesuai dengan furnitur dalam ruangan.
-         Untuk ruang kecil, pilihlah wallpaper dengan garis horizontal agar ruangan terlihat besar. Sebaiknya tidak memilih motif besar dan ramai untuk ruang sempit.
-         Untuk ruang luas, pilih wallpaper berwarna gelap atau hangat, misal coklat. Ruangan akan terkesan hangat dan nyaman.
-         Tentukan tema dan suasana ruang yang diinginkan. Dengan begitu, tidak perlu membuang waktu untuk melihat semua wallpaper dan membuyarkan konsentrasi.
-         Siapkan diri menerima suasana ruangan dalam kondisi panjang. Wallpaper bisa berumur hingga 15 tahun.

Sumber: dari berbagai sumber, diolah


by RajaLaundryEnhancher
Posting Komentar
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...