click

Selasa, 23 April 2013

Stres Bisa Meningkatkan Memori Otak

 laundry purwakarta, raja laundry purwakarta, laundry karpet

Stres bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan. Tapi stres jangka pendek bisa membawa manfaat. Ini dibuktikan oleh sebuah studi yang menunjukan stres singkat bisa meningkatkan memori.



Peneliti dari University of California, Berkeley, Amerika, meneliti dampak stres singkat ini pada tikus. Dalam penelitian tersebut, peneliti menemukan stres yang signifikan tapi singkat bisa menyebabkan sel-sel induk di otak tikus kembali pada sel-sel saraf baru. Saat sel-sel tersebut berusia dua pekan, yang terjadi adalah peningkatan performa mental.

"Anda selalu berpikir stres sebagai hal yang benar-benar buruk, tapi nyatanya tidak," kata Daniela Kaufer, guru besar biologi integratif pada University of California, Berkeley, sebagaimana dilansir Daily Mail, Selasa, 17 April 2013.

Menurut dia, stres dalam hitungan tertentu justru bagus untuk mendorong seseorang mencapai kadar kewaspadaan, sikap, dan performa kognitif yang optimal. Studi ini dipublikasikan dalam jurnal online eLife.

Penelitian-penelitian menunjukan stres kronis bisa meningkatkan kadar hormon stres. Hormon ini lalu menekan produksi neuron-neuron baru pada hippocampus di otak yang bisa merusak memori. Selain itu, banyak penelitian menunjukan stres kronis meningkatkan hormon stres yang bisa meningkatkan risiko obesitas, penyakit jantung, dan depresi.

Dalam studi soal stres yang dilakukan Daniela dan timnya, mereka memberikan stres akut pada tikus dalam jangka waktu singkat. Tikus-tikus itu dimasukan dalam kandang dalam beberapa jam. Perlakuan ini menyebabkan kadar hormon stres sama tingginya dengan stres kronis, meskipun hanya beberapa jam. Hasil yang didapat adalah adanya peningkatan pengayaan sel-sel otak baru pada hippocampus.

Peneliti menemukan tikus-tikus yang stres itu menunjukan performa yang lebih bagus pada tes memori dua pekan setelah pemberian stres. "Pengayaan sel-sel saraf tidak akan membantu secepat setelah stres diberikan, sebab butuh waktu agar sel-sel menjadi dewasa, dan memfungsikan neuron," kata Daniela.

Meskipun demikian, peneliti memberikan catatan bahwa paparan stres yang akut dan intens, kerap berbahaya dan menyebabkan gangguan stres post-traumatik. "Saya pikir pesan utamanya adalah stres bisa membuat sesuatu jadi lebih baik, tapi pertanyaannya adalah seberapa banyak, seberapa lama, dan bagaimana Anda memahami atau menerimanya," kata Daniela.

Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/04/18/060474140/Stres-Bisa-Meningkatkan-Memori-Otak
by RajaLaundryEnhancher
Posting Komentar
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...